Rental Mobil di Pare Pare

Rental Mobil di Pare Pare

Kami  merupakan usaha di bidang trnasportasi rental mobil yang melayani ke pare pare, untuk kunjungan dinas, perusahaan, pesta, maupun perseorangan


Selain rental mobil di Pare Pare, CV Butta Trans juga melayani rental mobil di maros, pangkep, barru, enrekang, pinrang, soppeng, wajo, bone, Tanah Toraja dan seluruh wilayah di Sulawesi Selatan

Informasi Rental Mobil
Web: Rental Mobil Makassar Pare Pare
Wa/Hp : 0812-4111-0453
Sekilas tentang kota Pare Pare Sulawesi Selatan

Di awal perubahannya dataran tinggi yang saat ini, yang dimaksud Kota Parepare, dahulunya yaitu adalah semak-semak belukar yang diselang-selingi oleh lubang-lubang tanah yang agak miring tempat tumbuhnya semak-semak itu dengan liar serta tidak teratur, dari mulai utara (Cappa Ujung) sampai ke jurusan selatan kota. Lalu dengan lewat sistem perubahan histori demikian rupa dataran itu diberi nama Kota Parepare.

Lontara Kerajaan Suppa mengatakan, sekitaran era XIV seseorang anak Raja Suppa meninggalkan Istana serta pergi ke selatan membangun lokasi sendiri pada tepian pantai karna hobbynya memancing. Lokasi itu lalu di kenal jadi kerajaan Soreang, lalu satu sekali lagi kerajaan berdiri sekitaran era XV yaitu Kerajaan Bacukiki.

Dalam satu kunjungan persahabatan Raja Gowa XI, Manrigau Dg. Bonto Karaeng Tonapaalangga (1547-1566) jalan-jalan dari kerajaan Bacukiki ke Kerajaan Soreang. Jadi seseorang raja yang di kenal jadi pakar kiat serta pelopor pembangunan, Kerajaan Gowa tertarik dengan pemandangan yang indah pada hamparan ini serta spontan mengatakan “Bajiki Ni Pare” berarti “Baik di buat pelabuhan Lokasi ini”. Mulai sejak tersebut menempel nama “Parepare” Kota Pelabuhan. Parepare pada akhirnya ramai dikunjungi termasuk juga beberapa orang melayu yang datang berdagang ke lokasi Suppa.

Baca juga: https://www.jasarentalmobil.com/2017/01/mobil-rental-di-pare-pare-3-kali.html

Lihat tempat yang strategis jadi pelabuhan yang terproteksi oleh tanjung di depannya, dan memanglah telah ramai dikunjungi beberapa orang, jadi Belanda pertama kalinya merebut tempat ini lalu membuatnya kota perlu di lokasi sisi tengah Sulawesi Selatan. Di sinilah Belanda bermarkas untuk memperlebar sayapnya serta merambah semua dataran timur serta utara Sulawesi Selatan. Hal semacam ini yang berpusat di Parepare untuk lokasi Ajatappareng.

Pada jaman Hindia Belanda, di Kota Parepare, berkedudukan seseorang Asisten Residen serta seseorang Controlur atau Gezag Hebber jadi Pimpinan Pemerintah (Hindia Belanda), dengan status lokasi pemerintah yang diberi nama “Afdeling Parepare” yang mencakup, Onder Afdeling Barru, Onder Afdeling Sidenreng Rappang, Onder Afdeling Enrekang, Onder Afdeling Pinrang serta Onder Afdeling Parepare.

Pada tiap-tiap lokasi/Onder Afdeling berkedudukan Controlur atau Gezag Hebber. Selain ada aparat pemerintah Hindia Belanda itu, susunan Pemerintahan Hindia Belanda ini dibantu juga oleh aparat pemerintah raja-raja bugis, yakni Arung Barru di Barru, Addatuang Sidenreng di Sidenreng Rappang, Arung Enrekang di Enrekang, Addatung Sawitto di Pinrang, sedang di Parepare berkedudukan Arung Mallusetasi.

Susunan pemerintahan ini, jalan sampai pecahnya Perang Dunia II yakni ketika terhapusnya Pemerintahan Hindia Belanda sekitaran th. 1942.
Pada jaman kemerdekaan Indonesia th. 1945, susunan pemerintahan sesuai dengan undang-undang no. 1 th. 1945 (Komite Nasional Indonesia). Serta setelah itu Undang-undang Nomor 2 Th. 1948, di mana susunan pemerintahannya juga alami perubahan, yakni di Daerah cuma ada Kepala Daerah atau Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) serta tak ada sekali lagi seperti Asisten Residen atau Ken Karikan.

Pada saat status Parepare tetaplah jadi Afdeling yang wilayahnya tetaplah mencakup 5 Daerah seperti yang dijelaskan terlebih dulu. Serta dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 29 th. 1959 mengenai pembentukan serta pembagian Beberapa daerah tingkat II dalam lokasi Provinsi Sulawesi Selatan, jadi keempat Onder Afdeling itu jadi Kabupaten Tingkat II, yakni semasing Kabupaten Tingkat II Barru, Sidenreng Rappang, Enrekang serta Pinrang, tengah Parepare sendiri berstatus Kota Praja Tingkat II Parepare. Lalu pada th. 1963 arti Kota Praja ditukar jadi Kotamadya serta sesudah keluarnya UU No. 2 Th. 1999 mengenai Pemerintahan Daerah, jadi status Kotamadya bertukar jadi “KOTA” hingga saat ini.

Didasarkan pada tanggalpelantikan serta pengambilan sumpah Walikotamadya Pertama H. Andi Mannaungi pada tanggal 17 Februari 1960, jadi dengan Surat Ketentuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah No. 3 Th. 1970 diputuskan hari kelahiran Kotamadya Parepare tanggal 17 Februari 1960.



EmoticonEmoticon